by

10 Kali Pemadaman Bergilir dalam Sebulan, Warga Batam, Bintan dan Tanjungpinang Andalkan Lilin untuk Penerangan

TANJUNGPINANG – General Manager PLN Wilayah Riau dan Kepri (WRKR) baru saja diganti pada Awal Mei 2022 lalu. Sebelumnya General Manager PLN Wilayah Riau- Kepri dijabat oleh Hartono, kini beralih ke Agung Murdifi. Biasanya, setiap pergantian pucuk pimpinan selalu ditandai dengan semangat kerja yang tinggi. Namun, kali ini dirasa berbeda oleh warga Batam, Bintan dan Tanjungpinang yang selama sebulan terakhir acap kali mengalami pemadaman listrik secara bergilir.

Selama bulan Mei 2022 tercatat perusahaan milik PLN yakni bright PLT Batam sering kali melakukan pemadaman bergilir. Tidak tanggung-tanggung, dalam sebulan terjadi 10 kali pemadaman bergilir. Dampaknya dirasakan oleh Ratusan ribu pelanggan PLN yang ada di Batam, Tanjungpinang dan Bintan.

Listrik untuk wilayah Tanjungpinang dan Bintan saat ini banyak disuplai oleh pembangkit milik Bright PLN Batam. Penyaluran daya dilakukan melalui penanaman kabel bawah laut yang disebut dengan interkoneksi listrik Pulau Batam dan Pulau Bintan sejak 2017 silam.

Sejak saat itu, Warga Bintan dan Tanjungpinang jarang mengalami gangguan atau pemadaman bergilir karena listrik yang disuplai sudah melebihi dari kebutuhan. Demikian juga dengan listrik di Batam yang dayanya surplus ratusan Megawatt. Terlebih sejak selesainya proyek pembangkit Tanjung Kasam.

Padahal Guberur Kepri Ansar Ahmad banyak menaruh harapan kepada pejabat Baru PLN Wilayah Riau-Kepri.

“PLN perlu pula memberikan perhatian pemenuhan kebutuhan listrik di kawasan-kawasan pengembangan ekonomi di Kepri. karena ke depan masih banyak rencana-rencana investasi yang akan masuk ke Kepri,” ucap Ansar saat bertemu dengan GM Baru PLN Agung Murdifi beberapa waktu lalu.

Agung Murdifi saat itu menyanggupi dan menyebutkan PLN akan menyusun kebutuhan usulan-usulan hingga ke depannya dapat berkoordinasi dengan Kementerian ESDM dan PLN Pusat untuk pemenuhan kebutuhan listrik di Kepri kedepannya.

Baru beberapa pekan berjanji, ternyata layanan listrik di Batam, Bintan dan Tanjungpinang banyak menuai protes pelanggannya. Ternyata produksi listrik di Batam pas-pasan. Saat satu pembangkit menjalani perawatan PLN langsung melakukan pemdaman bergilir. Celakanya, pemadaman bergilirnya ada yang sampai 6 jam dalam sekali pemadaman. Bahkan banyak pemadaman yang dilakukan di luar Jadwal dan dalam sehari satu di satu kecamatan listrik bisa padaman sampai dua hingga tiga kali.

Data yang berhasil dihimpun, pemadaman listrik terjadi pada 10, 11, 12, 13 dan 14 Mei lalu dilanjut pada 17 dan 18 Mei hingga dilakukan pemadaman bergilir secara bergantian antara 2 jam hingga 4 jam. Pihak bright PLN Batam beralasan perbaikan 1 unit PLTU di Tanjung Kasam.

Setelah meakukan pemadaman dengan alasan perawatan selama 7 hari, Bright PLN Batam kembali melakukan pemadaman bergilir dengan alasan pemeliharaan rutin tahunan unit 1 PLTG ELB Tanjung Uncang.

“Bersama dengan ini kami informasikan jadwal pemadaman aliran listrik sementara secara terbatas,” pesan pihak PLN dalam laman medsosnya sambil mempublis jadwal bergiliran pemadaman.

Untuk pemadaman dengan alasan perawatan tahunan pembangkit di PLTG ELB Tanjunguncang ini awalnya dilakukan pada 27 Mei. Ternyata tidak cukup satu hari, pemadaman kembali dialami masyarakat pada 30 dan 31 Mei.

Kontan saja pemadaman bergilir yang dilakukan PLN ini menuai banyak protes dari pelanggannya. Khususnya melalui saluran media sosial.

Seperti protesnya pemilik akun Anni.. “Suka2 kamu pak. Saya sangat kesel semalam mati lampu dr jam 11 malam smpai jam 5 subuh. Sdh tau Batam cuaca lg panas. Ingat kami yang punya anak kecil pak ngg bisa tidur mereka. Keringat bercucuran tengah malam . Siang td juga mati,”.

Beda lagi dengan Rose.. “Padam terus ,byr eggk boleh telat πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘ kyk nya nunggu di demo ,wrga batam marah ke tkp y baru serius kerja ,ada tanggapan dari pln yg terhormat πŸ˜‘πŸ˜‘ pas bgt lg cuaca panas πŸ˜‘biasa nya bila ada mati lampu hujan deras bnyk petir ini eggk panas terik, egk ada angin egk ada hujan di padamin terus ….” protes pemilik akun FB Rose.. (*/arl)

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.