by

LAM Lingga Terima Dana CSR Bank Riau-Kepri



LINGGA:– Bank Riau Kepri melalui Dana Corporate Social Responsibilty (CSR) menyalurkan seperangkat alat kesenian tradisi Ghazal kepada LAM Lingga. Proposal ini sudah disampaikan oleh LAM cukup lama. Tahun 2019 baru bisa terwujud.

Pimpinan Bank Riau Kepri Daik Lingga, Abdul Rohim mengatakan pemberian Dana CSR Bank Riau ini merupakan bantuan perdana untuk bidang budaya.

“Selama ini, kita memberikan bantuan di bidang sosial, kesehatan, pendidikan, agama. Khusus kebudayaan baru kali ini. Harapan kita sama, yakni semoga kita bisa kembali melestarikan dan menggali budaya Melayu yang memang akarnya di Daik,” ujarnya.

Lanjutnya lagi, Bank Riau Kepri terus berusaha satu persatu membantu kebutuhan-kebutuhan masyarakat Lingga. Kedepan, kita akan berusaha mendorong kemajuan segala bidang.

“Mohon doa dan dukungannya agar Bank Riau semakin maju dan sehat. Semakin maju, maka profit akan meningkat dan tentunya CSR akan lebih besar lagi. Jadi mohon doanya,”harapnya.

Beliau menambahkan, ucapan terimakasih karena telah mempercayai Bank Riau Kepri sebagai pemegang kas daerah. Tentunya Bank Riau akan memperoleh deviden. Pemkab Lingga sebagai pemilik saham terbesar juga memperoleh hak yang sama.

Ketua LAM Lingga, Datok Sri menyampaikan ucapan terimakasih atas bantuan yang diberikan. Bank Riau telah mendorong kemajuan Adat Budaya Melayu.

“Mengapa Ghazal?, karena kita melihat kesenian tradisi Ghazal mulai lesu. Karena memang tidak tersedianya peralatan yang memadai. Oleh karena itu, kita berusaha mencari celah bantuan. Alhamdulillah berhasil dan dapat kita lihat seperti sekarang ini,”terang Datok Sri H.M.Ishak.

Sementara itu, Datok Juramadi Esram, selaku Dewan Kehormatan LAM Kepri Kabupaten Lingga menyampaikan ucapan yang sama. “Terimakasih Bank Riau atas kepedulian terhadap masyarakat Lingga khususnya bidang Adat dan Budaya Melayu. Ini memang sangat membantu sekali.

Selain itu, saya berharap Dinas Kebudayaan agar mendukung tradisi menulis terus dibangun. Hal ini dapat memperkaya khazanah Budaya Melayu.

“Kita dukung penulis dengan membantu memberikan perhatian dan bantuan dalam pencetakan buku yang ditulis. Supaya para penulis lebih bersemangat. Hal ini dilakukan oleh Pemerintah Malaysia,” paparnya. (SMI/yok)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *