by

Pemanfaatan Bulu Babi Menjadi Beberapa Jenis Produk Olahan



Oleh : M. Rafif Azmi
Jurusan Teknologi Hasil Perikanan UMRAH

Bulu babi merupakan hewan avertebrata laut yang kaya manfaat baik ekologi maupun ekonomi. Bulu babi memiliki fungsi ekologi yang penting karena umumnya sebagai pemakan detritus dan predator dalam rantai makanan (Yusron 2009). Para ahli menggunakan bulu babi sebagai organisme paling populer untuk mempelajari biologi reproduksi, embriologi, toksikologi, regulasi gen, dan evolusi biologi. Cangkang dan gonad diketahui memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Bulu babi memiliki cangkang yang keras dan bagian dalamnya bersisi lima simetris. Beberapa jenis bulu babi memiliki cangkang yang dilapisi pigmen cairan hitam yang dapat digunakan untuki pewarnaan jala dan kulit. Cangkang dan duri dapat digunakan sebagai hiasan, pupuk organik, pewarna, dalam bidang kesehatan untuk pengobatan penyakit (Toha 2007), memiliki potensi sebagai antikanker, antitumor dan antimikroba (Aprillia et al. 2012). Gonadnya dapat dijadikan sebagai sumber pangan karena mengandung 28 macam asam amino, vitamin B kompleks, vitamin A, mineral, asam lemak tak jenuh omega-3, dan omega-6 (Aziz 1993). Limbah pengolahan bulu babi, berupa jeroan dapat diproses lebih lanjut menjadi pupuk (Ratna, 2002).

Cangkang bulu babi memiliki kandungan senyawa aktif yang bersifat toksik. Kandungan senyawa aktif dalam cangkang bulu babi telah diketahui, yaitu Polihidroksi dan Apelasterosida A dan B (Angka & Suhartono, 2000). Diperkirakan racun yang ada dalam cangkang dan duri tersebut dapat digunakan sebagai bahan obat. Sebagai antimikroba, cangkang bulu babi memiliki kandungan senyawa bioaktif antara lain, serotoin, glikosida, steroid, bahan cholinergic, dan brandykinin-like substances (Dahl Jebson & Louis, 2010), sedangkan Akerina, Nurhayati dan Suwandy (2015) melaporkan bahwa ekstrak metanol cangkang, gonad dan duri bulu babi mampu menghambat pertumbuhan bakteri E. coli. Komponen bioaktif yang terdeteksi pada gonad bulu babi adalah steroid, triterpenoid dan saponin.

Gonad bulu babi di luar negeri menjadi makanan populer dengan nilai perdagangan yang baik, dipasarkan dalam bentuk produk segar, beku, asin, produk kering, maupun produk kalengan berupa pasta fermentasi (Roslita 2000). Pemanfaatan gonad bulu babi sebagai bahan makanan di Indonesia sebenarnya sudah dilakukan sejak lama. Biasanya dikonsumsi segar atau dalam keadaan yang sudah dimasak misalnya digoreng, dibakar, dan dikukus (Chasanah dan Andamari 1997).

Gonad bulu babi sebagai organ reproduksi merupakan timbunan protein berkualitas tinggi yang kaya akan asam-asam amino yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia.  Dari hasil analisa kualitatif gonad Diadema setosum diketahui bahwa dalam gonad tersebut ditemukan lima asam amino esensial bagi orang dewasa yaitu lisin, metionin, fenilalanin, threonin, dan valin, dua asam amino esensial bagi anak-anak yaitu arginin dan histidin, juga ditemukan asam  aspartat, asam glutamat, glisin, serin (Kato and Schroeter, 1985).

Menurut Afifudin, Suseno, dan Jacoeb (2014), gonad bulu babi jenis D. setosum mengandung 18 jenis asam lemak tak jenuh, termasuk omega-3 dan omega-6 serta 15 jenis asam amino. Asam lemak omega-3 berkhasiat untuk menurunkan kadar kolesterol di dalam darah dan mengurangi resiko terkena penyakit jantung (Almatsier, 2006). Gonad bulu babi mengandung asam amino yang cukup lengkap sebagai pemacu pertumbuhan dan kesehatan (Dincer, Cakli, Kilinc, dan Tolasa, 2010).

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *