by

Pemerintah Alokasikan Dana Rp72 Miliar untuk “Influencer”



Oleh : Dewi Khoiriyah*

Sektor pariwisata merupakan sektor yang paling terdampak oleh penyebaran virus korona hal ini dikarenakan kunjungan wisatawan China merosot tajam imbas dari kekhawatiran penyebaran virus korona, oleh karena itu berbagai langkah atau cara yang dilakukan pemerintah untuk memastikan pariwisata di Indonesia tetap di minati oleh wisatawan mancanegara, pemerintah memberikan beragam insentif kepada sektor pariwisata dari imbasnya kekhawatiran virus korona yang sudah meluas ke sejumlah negara di dunia. Namun salah satunya terdapat hal yang menarik perhatian dari sejumlah insentif untuk wisatawan mancanegara yaitu anggaran Rp72 miliar untuk influencer dari dana APBN. Secara detailnya anggaran untuk influencer di ungkapkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bahwa dana ini bukan semata-mata diperuntukkan untuk Influencer saja namun juga biro perjalanan bekerja sama dengan join promotion, termasuk biaya travel agent dan travel operator juga termasuk dalam anggaran Rp72 Miliar tersebut. Influencer yang akan di sewa oleh pemerintah adalah influencer asing, beberapa negara tersebut berasal dari negara Eropa, Australia, Amerika Serikat, India hingga Timur Tengah namun dari beberapa negara, pemerintah Indonesia mempunyai pilihan tertentu untuk terlebih dahulu menyewa Influencer asing salah satunya ialah negara Australia hal ini dipilih karena jarak antara negara Indonesia dan negara Australia lebih dekat dan kemungkinan kunjungan wisatawan dari negara tersebut akan lebih banyak. Hal yang perlu di perhatikan dalam memilih Influencer, influencer harus mampu mempromosikan pariwisata Indonesia di kancah Internasional sehingga bisa mendatangkan wisatwan asing, selain itu pemerintah juga melihat seberapa banyak penonton di youtube, banyak pengikutnya di Instagram milik influencer tersebut hal ini diperlukan untuk melihat seberapa besar potensi Influencer ini mendatangkan wisatawan mancanegara.

Dengan sejumlah insentif yang di berikan pemerintah Indonesia menteri Pariwisata memproyeksikan Indonesia berpotensi akan menambah jumalah wisatawan mancanegara sebanyak 736.000 orang periode maret hingga Mei 2020 tambahan wisatawan ini akan mendatangkan devisa sebesar Rp.13 Triliun.

Urgensi dari sektor Pariwisata bukan hanya masalah di Indonesia tetapi masalah global. Disini pemerintah harus mengetahui seberapa efektifkah influencer di datangkan karena influencer secara tidak langsung harus mampu membalikan keinginan wisatawan untuk tidak berpergian agar ingin berpergian ke daerah yang ditujukan, ditengah virus korona seperti sekarang ini Influencer yang handal dalam mempromosikan dan mendatangkan wisatawan sangat dibutuhkan sehingga akan menambah devisa negara.

Namun disisi lain dengan mendatangkan influencer asing serta wisatawan asing, maka pemeritah Indonesia harus lebih responsif terhadap virus yang tengah mewabah dengan lebih memperketat dan memastikan wisatawan asing yang datang tidak terpaparan virus korona dan wisatawan dalam kondisi sehat dan negara-negara yang pemerintah Indonesia datangkan harus lebih di perjelas lagi apakah negara tersebut aman dari virus korona dan mengaet negara yang perekonomian sedang tumbuh juga sehingga masyarakat menjadi tahu bahwa pemerintah mendatangkan turis yang terbebas dari korona maka di perlu kan informasi yang sejelas-jelasnya untuk masalah negara mana yang di perbolehkan masuk ke Indonesia.

Pemerintah sangat meyakini bahwa Influencer asing dapat memberikan benefit yang tinggi bagi ekonomi Indonesia namun dilain pihak ada Influencer dosmetik yang dinilai juga lebih baik apabila juga di libatkan dalam mempromosikan pariwisata Indonesia yang sebenarnya market placesnya lebih banyak yaitu masyarakat itu sendiri menjadi wisatawan lokal artinya wisatawan lokal lebih paham kondisi pariwisatanya dibanding wisatawan luar yang masih ada rasa ketakutan untuk berlibur di luar negaranya ditambah lagi ditengah virus yang mewabah ini sehingga wisatawan lokal juga bisa mendorong perekonomian Indonesia.

Influencer dosmestik juga mempunyai peran penting dalam menggaet wisatawan, salah contohnya si Influencer Dosmestik memasangkan foto destinasi liburan dan salah satu pengikutnya belum pernah berkunjung ditempat tersebut secara tidak langsung ia menanyakan tempat itu dimana, worth it kah kesana sehingga muncul ketertarikan pengikutnya untuk juga mengunjungi tempat tersebut juga. Ada baiknya memperbesar cakupan Influencer domestik dengan memberikan insentif-insentif oleh pemerintah sehingga cakupan wisatawan lokal akan lebih banyak menghiasi pariwisata Indonesia dan nyatanya pemerintah sudah memberikan insentif terhadap penerbangan dalam bentuk diskon 30 persen harga tiket ke 10 destinasi wisata Indonesia sehingga kekhawatiran masyarakat berkurang.

Ditambah lagi, pemerintah tidak hanya berfokus pada sektor pariwisata saja yang dinilai sektor yang paling mampu menggenjot perekonomian Indonesia namun penangan kasus korona juga perlu di perhatikan secara cepat dan tanggap karena kesehatan masyarakat terutama. Kekhawatiran masyarakat akan bertambah jika pemerintah Indonesia membuka ruang sebesar-besarnya terhadap wisatawan asing untuk masuk ke Indonesia di tambah lagi memberikan Insentif yang sangat tinggi angka yaitu Rp72 miliar separuh dari dana kementerian kesehatan yaitu 30 miliar untuk menangani kasus korona.

Sehingga dirasa ada baiknya memprioritaskan pada sektor kesehatan dengan memberikan anggaran untuk pembelian masker, hand stizer dan lain sebagainya untuk keperluan wabah virus korona yang kita ketahui penyebaran virus corona sudah masuk di Indonesia dan sudah ada korban maka dari itu apabila tidak di tangani dengan cepat dan tepat maka masyarakat akan terkena dampaknya dan jika masyarakat sehat tentu ekonomi akan mengikuti.

*Penulis adalah Mahasiswi Program Studi Administrasi Publik
Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Raja Haji Tanjungpinang

(Penulis Sedang Mengikuti Mata Kuliah : Evaluasi dan Analisis Dampak)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *