by

Maraknya Kejahatan Komputer (Cybercrime) Pada Pandemi Covid-19

-Opini-64 Views

Oleh : RIZKY INDRAWAN*

Kehadiran virus corona atau coronavirus disease 2019 (covid-19)  telah membuat situasi ekonomi di seluruh dunia memburuk. Lalu, Seberapa besar pengaruh covid-19 terhadap perekonomian Indonesia? Pemerintah, melalui Kementerian Keuangan telah mencatat setidaknya ada delapan dampak utama merebaknya covid-19 bagi perekonomian Indonesia, mulai dari Meluasnya PHK, Kontraksi PMI Manufacturing, Kinerja Impor yang mengalami penurunan, Inflasi dalam negeri per Maret 2020 mencapai 2,96%, Pembatalan Penerbangan Domestik dan Internasional, Menurunnya Jumlah Wisman, Kehilangan pendapatan Sektor Layanan Udara, dan Penurunan Okupansi Hotel.

Sistem Ekonomi Akuntansi adalah Susunan dari berbagai macam dokumen, catatan, peralatan termasuk komputer dan perlengkapannya, alat komunikasi, tenaga pelaksana serta seluruh laporan yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan oleh manajemen (Nugroho Widjajanto, 2001).

Pada tahun 2020  Indonesia terjaring pandemi virus covid-19 atau lebih dikenal virus Corona. Penyebaran virus hampir diseluruh wilayah Indonesia. Kebijakan pemerintah untuk mempersempit penyebaran dengan melakukan sosial distancing atau jaga jarak. Memanfaatkan perkembangan teknologi informasi merupakan salah satu  cara upaya mempersempit penyebaran. Oleh karena itu diterapkan lah WFH (Work From Home).

Peluang penyalahgunaan pengelolaan keuangan pencatatan Sistem Informasi Akuntansi sangat besar karena kurangnya pengawasan akibat Work from home yang tidak ideal. Berkembangnya teknologi informasi memberikan dampak positif bagi masyarakat. tetapi sisi lain  juga memiliki dampak negatif. Ketika timbul kesalahan penggunaan teknologi komputer dan dapat mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi pengguna yaitu aksi Cybercrime (kejahatan komputer). Pandemi  ini dimanfaatkan beberapa pihak untuk melakukan aksi peretasan. Para hacker melakukan aksi ini dengan cara mengirimkan file atau dokumen melalui akun Mail atau akun lainya, Pakar keamanan siber menghimbau agar masyarakat selalu waspada. Berdasarkan Startup keamanan para hancker Secara otomatis dapat membaca, mengedit, bahkan menghapus email yang ada di aplikasi Mail pada smartphone pengguna. Pengguna tidak dapat mengetahui aksi para hacker licik.

Aksi peretasan atau Cybercrime juga terjadi pada perusahaan online. Aksi ini berdampak pada perusahaan maupun pelanggan yang mengalami kerugian. Contohnya Pada 2 Mei 2020, warganet dihebohkan oleh beredarnya informasi bahwa 91 juta akun pengguna Tokopedia telah diretas dan dijual di dark web. Akun dengan nama “Whysodank” mengaku bahwa dia memiliki data dari 91 juta akun pengguna Tokopedia. Angka tersebut sama dengan jumlah akun aktif Tokopedia, yang dirilis pada 2019. Akun tersebut mengaku menjual jutaan data itu di situs dark web Empire Market, memakai nama ShinyHunters. Data pengguna yang dijual di dark web itu berupa user ID, email, nama lengkap, tanggal lahir, jenis kelamin, nomor ponsel, dan password yang masih ter-hash. Semuanya dijual dengan harga US$ 5 ribu atau sekitar Rp 74 juta. Informasi mengenai penjualan data ini kemudian dibagikan oleh akun @underthebreach di Twitter pada 2 Mei 2020. (tempo.co, diakses tanggal 26 Juli 2020).

Sistem informasi akuntansi memiliki peran penting dalam pengendalian intern pada kasus ini yaitu upaya peningkatan keamanan dengan  himbauan supaya mengganti  password secara berkala akun email dan memprivasi password agar tidak dipublikasikan kepada orang lain.  Berikut ini tips untuk menjaga keamanan online selama pandemi Covid 19 (inet.detik.com, diakses tanggal 26 Juli 2020). yaitu segera menginstal pembaruan keamanan setelah tersedia baik akun perorangan ataupun perusahaan, tidak menggunakan password yang sama di semua aplikasi, dan untuk akun perusahaan seharusnya mempunyai fitur keamanan tambahan agar informasi perusahaan tetap aman.

*Mahasiswa Program Studi Akuntansi, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pembangunan

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.