by

Abrasi, 31 Rumah Warga Ambruk

MINAHASA – Fenomena abrasi pantai melanda Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara. ratusan warga terpaksa mengungsi karena tempat tinggal mereka hancur dan hanyut dibawa arus. Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB menyebutkan pada Kamis (16/6) pukul 02.23 WIB ada sebanyak 69 KK yang terdiri dari 266 jiwa mengungsi.

Warga yang berada di sekitar lokasi hanya pasrah melihat rumah-rumah itu hanyut ke laut.

Peristiwa ini terjadi di pesisir Pantai Boulevard, Kelurahan Bitung dan Kelurahan Uwuran Satu, Kecamatan Kepulauan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, Rabu (15/6) pukul 14.00 WITA.

Selain puluhan rumah warga ambruk satu unit jembatan juga ambruk. Abrasi yang menggerus tebing pantai menyebabkan puluhan rumah amblas bak ditelan air laut.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini bahwa beberapa wilayah pesisir Indonesia berpotensi diterjang banjir pesisir mulai 11-23 Juni 2022, yang dipengaruhi oleh fenomena Super Full Moon pada Selasa (14/6).

Merespond hal ini, BPBD Kabupaten Minahasa Selatan bersama pemerintah setempat telah mengaktifkan Posko Tanggap Darurat. Sebanyak 2 posko sudah dibentuk untuk memberikan upaya percepatan penanganan terhadap warga yang mengungsi.

“Betul, sudah ada 2 posko yang sudah diaktifkan untuk memberikan penanganan kepada pengungsi,” ujar Merry Joudy, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Minahasa via telepon, Kamis (16/6).

Adapun lokasi 2 posko tersebut terletak di Kantor Kelurahan Lewet dan Kelurahan Uwuran Dua. Lokasi ini juga dijadikan sebagai titik pengungsian bagi warga yang terdampak.

Pengoperasian dapur umum di masing-masing posko juga telah diinisiasi guna memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi. Selain itu, BPBD juga telah mengoperasikan mobil dapur lapangan guna mengakomodir kebutuhan dilapangan.

Sebagai bentuk respond cepat, Pemerintah daerah setempat juga telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan. Hal ini dilakukan sebagai upaya percepatan penanganan darurat bagi para warga terdampak.

Lebih lanjut hasil kaji cepat sementara, kerugian materiil tercatat 31 unit rumah rusak berat, 1 unit jembatan rusak berat, 5 unit cottage, 1 unit cafe, dan kawasan destinasi wisata juga ikut terdampak. Informasi ini akan dilaporkan secara berkala dan koordinasi antar lintas instansi juga terus dilakukan guna memantau update situasi di lapangan. (*/arl)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.