by

Ayah Syahrul, Walikota Seutuhnya

-Opini-185 Views

Dalam hitungan jam kita akan memasuki tahun baru 2020, tahun yang digadang-gadang sebagai tahun kebangkitan Indonesia menuju keunggulan dengan cara memajukan Sumber Daya Manusia (SDM). Sebuah keadaan yang memang sudah diprediksi oleh pemimpin kita sebelumnya yakni Jenderal Soeharto bahwasanya keberhasilan suatu bangsa tak terlepas dari kondisi masyarakatnya atau bila lebih spesifik kita menyebut pada kondisi manusianya oleh sebab itu di saat Orde Baru, kita mengenal istilah, Manusia Indonesia Seutuhnya.

Membangun Manusia Indonesia Seutuhnya merupakan hakikat pembangunan nasional Indonesia. Membangun manusia Indonesia seutuhnya adalah titik pangkal sekaligus titik akhir dari setiap usaha dan kerja yang sedang diusahakan dan dikerjakan oleh seluruh manusia Indonesia.

Harus disadari bahwa komponen paling penting dalam berlangsungnya kehidupan berbangsa dan bernegara adalah manusia. Manusia sebagai warga negara yang mengelola seluruh komponen-komponen pembentuk struktur keberadaan suatu bangsa seperti sumber daya alam, posisi geografis negara, keberagaman, komposisi penduduk, warisan filsafat dan nilai-nilai suatu bangsa, dan manusia itu sendiri. Jadi jelas, bahwa manusia adalah satu-satunya pengelola segala sumber daya bangsanya.

Akan tetapi, dalam usia 74 tahun kemerdekaan Indonesia kini, penyataan “Membangun Manusia Indonesia Seutuhnya,” masih belum beranjak dari tataran slogan dan retorika belaka. Mari kita renungkan dan kita refleksikan diri kita, bangsa kita, dengan penuh keikhlasan dan kejujuran, sudah sejauh mana implementasi “Membangun Manusia Indonesia Seutuhnya,” sebagai hakikat pembangunan nasional Indonesia sudah kita laksanakan.

Terkhusus bila kita kaitkan dengan pembangunan Kota Tanjungpinang saat ini yang di era kepemimpinan Ayah Syahrul sudah difokuskan pada sendi Sumber Daya Manusianya yang tergambar dari program strategis unggulan diantaranya berupa pengadaan seragam sekolah berikut perlengkapannya bagi seluruh siswa di Tanjungpinang, Peningkatan kinerja aparatur pemerintah dalam pelayanan kemasyarakatan, Penguatan kapasitas kepemimpinan di lingkungan RT/RW, Pemberdayaan pelaku ekonomi kerakyatan melalui kegiatan ekonomi terpadu berupa pembukaan Gerai Pangan yang menjual komoditas kebutuhan pokok dengan harga murah, dan kegiatan-kegiatan lain yang pada intinya memberi arah baru kemajuan Tanjungpinang.

Ayah Syahrul paham benar bahwa kekuatan manusia pada dasarnya tidak terletak pada kemampuan fisiknya atau kemampuan jiwanya semata-mata, secara individual, melainkan terletak pada kemampuannya untuk bekerjasama dengan manusia lainnya. Dengan manusia lainnya dalam masyarakat itulah manusia membentuk kehidupan, menciptakan kebudayaan, yang pada akhirnya membedakan manusia dari segenap mahluk hidup yang lain, dan mengantarkan umat manusia ke tingkat mutu, martabat dan harkatnya sebagaimana manusia yang hidup pada zaman sekarang dan zaman yang akan datang.

Imbauan Walikota Tanjungpinang untuk tidak merayakan Tahun Baru 2020 H dengan kegiatan yang tidak bermanfaat, namun sebaliknya diisi dengan kegiatan positif yang dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita sebagai makhluk ciptaan Allah SWT, sesungguhnya adalah sebuah kebijakan yang terlihat tidak populis namun dampaknya sangat fundamentalis.

Sebagai pemimpin dengan latar belakang pendidik karena beliau adalah seorang Guru, Ayah Syahrul meyakini kualitas SDM sangat berpengaruh terhadap proses pembangunan. Apa jadinya pembangunan bila dilakukan oleh SDM yang tidak memiliki moralitas dan akhlak yang baik, mengingat secara konseptual Pembangunan Nasional merupakan rangkaian upaya pembangunan yang berkesinambungan dan berkelanjutan.

Rangkaian upaya pembangunan tersebut meliputi segenap kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara untuk melaksanakan tugas mewujudkan tujuan nasional sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Lebih jauh dapat dikatakan hakikat pembangunan nasional Indonesia ialah pembangunan Manusia Indonesia Seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. Hal tersebut berarti dalam pelaksanaan pembangunan nasional diperlukan hal-hal sebagai berikut:

Harus ada keselarasan, keserasian, kesimbangan, dan kebulatan yang utuh dalam seluruh kegiatan pembangunan. Pembangunan adalah untuk manusia dan bukan sebaliknya manusia untuk pembangunan. Dalam pembangunan dewasa ini, unsur manusia, unsur sosial-budaya, dan unsur lainnya harus mendapatkan perhatian yang seimbang.
Pembangunan harus merata untuk seluruh masyarakat dan di seluruh wilayah tanah air.
Subjek dan objek pembangunan adalah manusia dan masyarakat Indonesia, sehingga pembangunan harus berkepribadian Indonesia pula.
Pembangunan dilaksanakan bersama oleh masyarakat dan pemerintah. Masyarakat adalah pelaku utama pembangunan dan pemerintah berkewajiban untuk mengarahkan, membimbing, serta menciptakan suasana yang menunjang. Kegiatan masyarakat dan kegiatan pemerintah mesti saling mendukung, saling mengisi, dan saling melengkapi dalam satu kesatuan langkah menuju tercapainya tujuan pembangunan nasional.
Hakikat pembangunan nasional Indonesia ialah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia

Bila kita mereview suasana kebathinan 2 tahun yang lalu, saat kontestasi pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang masih dalam tahapan, saat itu di tanggal yang sama 2 tahun yang lalu belum dibuka pendaftaran Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang untuk periode 2018-2023, namun gesekan diantara masyarakat dan kelompok pendukung para Calon Walikota sudah sangat panas, masyarakat Tanjungpinang kala itu terbelah, kelompok konservatif masih menginginkan Tanjungpinang dipimpin oleh petahana, sedang kelompok pembaharuan berkehendak harus ada perubahan pada pola kepemimpinan dan paradigma pembangunan di Kota Tanjungpinang.

Dan kini sisa-sisa pesta demokrasi pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang 2018 – 2023 kiranya belum rapi semua, masih ada kita temukan kalimat nyinyir, mem-bully bahkan dapat dikategorikan sebagai ujaran kebencian di lembaran media sosial yang mengolok-olok kebijakan Walikota Tanjungpinang, dan orang nya itu-itu saja, mereka adalah pihak yang merasa belum memiliki Walikota sesuai dengan harapan nya, namun kelompok ini lupa bahwa Ayah Syahrul dipilih oleh 42.559 pemilih atau 51,45% komposisi suara sehingga dapat dikatakan Ayah Syahrul adalah Walikota Tanjungpinang Seutuhnya.

Buana Fauzi Februari
Penulis adalah Pengajar MK Pancasila di Universitas Maritim Raja Ali Haji

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.