by

Begini Kiat Bea Cukai Batam Mendorong UMKM Batam agar Pasarkan Produknnya ke Luar Negeri

BATAM – Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Batam didorong agar menghasilkan produk yang berorientasi ekpsor. Hal ini sebagai upaya memperluas pasar produk yang dihasilkan para UMKM di Batam.

Salah satu komitmen yang dilakukan Bea Cukai yakni memberikan program-program pembinaan dan fasilitas fiskal untuk produk UMKM di Kota Batam. Program-program pembinaannya berupa aspek edukasi, asistensi, dan kolaborasi.

Menurut Kepala Bidang Pelayanan dan Fasilitas Pabean dan Cukai I, M. Solafudin, Bea Cukai Batam membuat program pembinaan melalui edukasi yang Bea Cukai Batam, memberikan edukasi secara langsung dengan mengundang para pelaku UMKM di Kota Batam.

“Hal tersebut dilakukan dalam rangka menemukan potensi ekspor UMKM dan mengedukasi serta menampung aspirasi pelaku UMKM khususnya yang berkaitan dengan proses kepabeanan dan cukai,” kata Kepala Bidang Pelayanan dan Fasilitas Pabean dan Cukai I, M. Solafudin, Bea Cukai Batam dalam Rapat Koordinasi Peningkatan Daya Saing UMKM Ekspor di Wilayah Batam, Bintan, dan Karimun (BBK).

Menurutnya, beberapa kegiatan yang telah dilakukan diantaranya Focus Group Discussion (FGD) Tata Laksana Ekspor-Impor di FTZ Batam, Temu Konsultasi Kepabeanan Ekspor Produk Usaha Mikro, dan yang paling terbaru adalah Sosialisasi Daerah UMKM Week 2022 yang diselenggarakan pada Selasa, 21 Juni 2022.

“Selain mengedukasi secara langsung UMKM dalam jumlah banyak, Bea Cukai Batam juga terjun langsung menemui pelaku usaha UMKM dalam rangka asistensi penuh terkait kendala kepabeanan yang dihadapi. Program asistensi tersebut dilakukan dalam bentuk kegiatan Customs Visit Customer (CVC) dan Audiensi dengan para pelaku UMKM,” beber Solafudin.

Bea Cukai Batam juga berkolaborasi dengan instansi terkait baik di lingkungan Kementerian maupun Pemerintah Daerah yang terlibat langsung dalam upaya pemberdayaan UMKM di Kota Batam. Salah satunya adalah dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam.

Bea Cukai Batam bersama Disperindag Kota Batam berkolaborasi untuk memberikan fasilitas fiskal bagi UMKM Kota Batam yang ingin mengirimkan produknya ke Tempat Lain Dalam Daerah Pabean (TLDDP). Fasilitas fiskal tersebut berupa pembebasan bea masuk dan PPh kepada UMKM yang telah terdaftar sebagai binaan Disperindag Kota Batam. Sehingga jika UMKM yang terdaftar ingin mengirimkan produknya ke TLDDP cukup membayar PPN saja sebesar 11%.

“Pada prinsipnya, kita berkomitmen mengasistensi UMKM daerah agar dapat ekspor ke mancanegara. Selain program-program pembinaan tersebut program lanjutan lainnya diantaranya yaitu Bussiness Matching dengan Atase Bea Cukai dan Atase Perdagangan di Singapura dan Malaysia, sinergi dan kolaborasi dengan stakeholder, serta interaktif dan membangun komunikasi yang baik dengan UMKM Batam,” imbuhnya.

Menurutnya, Wilayah BBK di Provinsi Kepulauan Riau adalah wilayah yang secara resmi telah ditetapkan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (FTZ).

“Saat ini kita sedang Rakor yang kegiatan diselenggarakan oleh Kantor Staf Presiden RI dalam rangka merumuskan kebijakan untuk mendorong agar UMKM di wilayah BBK dapat lebih berorientasi ke pasar ekspor sebagaimana semangat dari kebijakan FTZ.

Tampak ahdir dalam Rakor itu, Agung Krisdiyanto, Tenaga Ahli Utama Kedeputian III Kantor Staf Presiden; Ganef Judawati, Sekretaris Jenderal Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional; Gustian Riau, Kepala Disperindag Kota Batam; dan Louis Loy, Ketua Umum Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Batam. (*/arl)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.