by

DAMPAK PENURUNAN PENGANGGURAN DI PROVINSI KEPRI MASIH BELUM SIGNIFIKAN

-Opini-204 Views

Oleh :
AZIRWAN
Jurusan Ilmu Administrasi Publik
Mahasiswa STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang

 

 

Tingkat penurunan pengangguran di kepualauan Riau masih Belum Signifikan walaupun sedikit ada penurunan pada 2017/2018 ( berdasarkan data BPS Provinsi Kepulauan Riau). Pengangguran adalah kata yang sangat populer jika dibicarakan dalam perkembangan suatu daerah khususnya Provinsi Kepulauan Riau, dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat hal ini membuat semua daerah berupaya semaksimal mungkin untuk dapat mengurangi tingkat pengangguran, bahkan ada yang menerapkan berbagai pola khusus lintas sektor dalam mengalokasikan anggaran yang tidak sedikit.

Program-program pembangunan yang dilaksanakan di daerah-daerah khususnya Provinsi Kepulauan Riau selama ini masih belum mampu untuk menekan tingginya tingkat pengangguran, jika di lihat dari aktifitas masyarakat kepri yang masih banyak menggantungkan pekerjaan di luar negeri seperti singapura dan malaysia dan juga ke luar daerah, artinya masih minimnya lapangan pekerjaan khususnya di wilayah Tanjungpinang (Kepri) ini. Sebenarnya pemerintah daerah dalam hal ini juga selalu memberikan perhatian dan berupaya untuk pengentasan kemiskinan dan untuk menekan tingginya jumlah pengangguran dengan program program pelatihan non formal yang bertujuan agar masyarkat memiliki skill dan kesiapan untuk memulai suatu pekerjaan. karena pembangunan yang dilakukaan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat akan tetapi pembangunan yang di lakukan oleh pemerintah daerah masih minim untuk menciptakan lapangan pekerjaan, Untuk itu bila pemerintah daerah tidak bisa mnggandeng investor investor dari luar untuk berinvestasi di Tanjungpinang / Provinsi Kepri maka harapan untuk membuka lapangan pekerjaan akan menjadi kendala untuk menekan tingginya tingkat pengangguran di Provinsi Kepri Khususnya Tanjungpinang, agar terciptanya lapangan pekerjaan yang lebih memadai demi untuk menekan tingginya tingkat pengangguran yang ada maka langkah langkah yang harus di perhatikan oleh pemerintah daerah kota dan provinsi dengan mempusatkan lapangan pekerjaan di samping pelatihan pelatihan yang di adakan melalui program program pemerintah itu sendiri kepada masyarakat. Oleh karena pengangguran merupakan indikator yang sering kali dijadikan sebagai patokan utama untuk mengukur keberhasilan dalam mensejahterakan masyarakat lebih kepada persentase turunnya tinggkat pengangguran yang terukur hanya berdasarkan data pencari kerja saja.

Lemahnya lapangan pekerjaan di kota tanjung pinang masih terasa hingga saat ini, Meskipun persentase pengangguran di Kepualaun Riau menunjukan penurunan angka pada agustus tahun 2018. Angka ini turun bila dibandingkan dengan data tingkat pengangguran terbuka Provinsi Kepulauan Riau agustus 2017 selama setahun terakhir mencapai 7.16 persen menjadi 7.12 persen dari angkatan kerja sebanyak 970.132 orang sementara penduduk yang bekerja pada saat itu sebanyak 901.109 orang data ini diperoleh berdasarkan berita resmi statistik ( Badan Pusat Statistik provinsi Kepulauan Riau ). Namun jika dilihat lebih rinci, pengangguran dikalangan tenaga terdidik semakin bertambah rata-rata mereka dari golongan yang terdidik yang kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan, ini di sebabkan kurangnya lapangan pekerjaan yang tidak berbanding lurus dengan tinggkat pencari kerja. Hampir setiap Tahun para pencari kerja dari kalangan Terdidik seperti lulusan sarjana dan kejuruan berbondong bondong menanti lowongan penerimaan CPNS yang jumlah penerimaan calon pekerja yang sangat minim dan tidak memungkinkan untuk menekan tingginya para pengangguran ( pencari kerja ).

Pengangguran terbuka ditingkat pendidikan menengah adalah sekolah menengah kejuruan (SMK) masih mendominasi diantara tingkat pendidikan lain yakni sebesar 12.98 persen.hal ini bertolak belakang dengan kenyataan siswa SMK akan siap didunia kerja. Jika tidak segera dibenahi maka akan berdampak pada munculnya persoalan sosial lain, seperti meningkatnya angka kemiskinan dan kriminalitas, maka dari itu pengangguran merupakan salah satu permasalahan serius yang terus menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kepualauan Riau dibawah kepemimpinan Guberbur H.Nurdin Basirun.

Gubernur Kepulauan Riau, H.Nurdin Basirun menegaskan seluruh elemen pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat bertanggung jawab terhadap tingginya tingkat pengangguran. “ini tanggung jawab kita bersama, bukan hanya Gubernur”, tegas Haji Nurdin, belum lama ini ( media batamtoday waktu lalu ).

Gubernur Provinsi Kepri H.Nurdin Basirun menyatakan, saat ini Pemerintah provinsi Kepri terus mendorong berbagai investasi disegala lini sektor, termasuk menggesa penerapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), serta membangun infrakstruktur dalam rangka menciptakan lapangan pekerjaan bagi pekerja lokal dan tempatan “Kita akan menciptakan iklim investasi yang sehat dan mudah bagi para investor yang akan menginvestasikan uangnya di kepri. Dengan begitu, nggeliat sektor ekonomi dan pembangunan akan meningkat, dan berdampak lansung terhadap kesejahteraan masyarakat (Tanjungpinang Pos Tahun 2018 )
Berdasarkan pernyataan Bapak Gubernur di atas, tentu akan menjadi perhatian khususnya Anggota Legeslatif dimana saat ini masyarakat sangat membutuhkan lapangan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari. Terbatasnya lapangan pekerjaan yang masih dirasa masyarakat Provinsi Kepulauan Riau khusunya di Kota Tanjungpinang masih sebatas pembahasan dan wacana belaka.

Harapan masyarakat Tanjungpinang dengan terus bertambahnya lulusan dari tingkat pendidikan setiap tahunnya menjadi perhatian khusus bagi Wakil wakil Rakyat bersama Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kota dan Kabupaten karena menyangkut dengan kebutuhan hidup layak ( KHL ), Untuk memenuhi kebutuhan dan ketersediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat tentu tidak terlepas dari peran wakil rakyat dalam memenuhi tuntutan masyarakat guna memenuhi kebutuhan tarap hidup masyarakat.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.