by

Deklarator Kosgoro 1957: Robby Patria Layak Dampingi Alias Wello

-Bintan-73 Views

JAKARTA:- Mantan politisi senior Partai Golkar dan juga deklarator Kosgoro 57, Edy Nusantara menilai Robby Patria, sudah layak memimpin Kabupaten Bintan sebagai wakil bupati jika bersama dengan Alias Wello.

“Sebagai dosen, pernah menjadi Ketua KPU Tanjungpinang, mantan aktivis media, lalu sekolah doktor di luar negeri, maka dia sudah pas berpasangan dengan Alias Wello untuk Bintan lebih baik,” ujar Edy dari Jakarta kemarin.

Edy Nusantara merupakan Wakil Ketua di Golkar Kepri era 2000 an. Dia juga sebagai kader Golkar sejak tahun 1982. Edy Nusantara kader Mas Isman, pahlawan nasional yang juga ayah mantan Menpora Hayono Isman di zaman Soeharto.

Menurut Edy, paradigma Ansar terhadap kekuasaan harusnya sudah berubah. Karena yang absolut itu perubahan bukan kekuasaan. Kekuasaan yang terlalu lama bahaya untuk demokrasi. Sudah saatnya terjadi perubahan di Bintan yang pernah dikuasai Ansar lebih dari 10 tahun. Mulai dia menjadi Wakil Bupati bersama dengan Huzrin Hood.

Kini Bintan memerlukan pemimpin yang sudah teruji. Di sini dia melihat, ketika partai partai di Bintan masih malu malu mengatakan sikap politik, maka muncul dua sosok yang layak yakni Alias Wello dan Robby Patria untuk melawan politisi Apri Sujadi dan Robby Kurniawan.

Dikatakan, Ansar Ahmad terlalu berani memajukan anaknya sebagai wakil bupati. Padahal belum memiliki jam terbang di jabatan publik.

“Ansar dianggap memandang sebelah mata pengurus Golkar Bintan sehingga anaknya masih belia tanpa pengalaman diusulkan jadi wakil bupati dari Golkar. Itu sama dengan pemaksaan kehendak agar kekuasaan dia di Bintan tak berakhir,” kata mantan aktivis di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung itu.

Edy menilai jika lebih fair dan menghargai pengurus yang sudah bertungkus lumus membesarkan Golkar, Ansar tidak memaksa anaknya menjadi wakil. Karena ada nama Fiven Sumanti, yang kini menjadi Sekretaris DPD Golkar Bintan, Hasriawadi ataupun Nesar Ahmad yang sudah menjadi Ketua DPRD Bintan. Ketiga politisi ini harusnya dikedepankan daripada anaknya.

“Saya hanya bisa berpesan kepada Ansar, yang absolut itu perubahan, bukan lagi kekuasaan,” pesan Edy untuk Ansar.

Dengan memaksakan anaknya, Edy menilai, peluang Wello dan Robby Patria jika berpasangan lebih punya kans untuk menang. Dia yakin suara Golkar tidak bulat untuk Robby karena rasa kecewa di internal Golkar.

“Saya sudah puluhan tahun di Kosgoro dan Golkar dan tahu bagaimana partai ini berkuasa dan kaderisasi mengutamakan proses bukan secara instan,” kata Edy yang dekat dengan sejumlah elit DPP Golkar itu.Dan masih anggota Kosgoro sampai saat ini.

Ia menilai, pasangan Wello dan Robby, jika terwujud berpotensi menang. Karena Robby memiliki jaringan Kerukunan Keluarga Tambelan di Tanjungpinang dan Bintan, jaringan buruh, dekat dengan media massa dan punya alumni mahasiswa yang pernah diajarkan yang berasal dari Bintan. Selain itu banyaknya sentimen politik dinasti akan berpengaruh terhadap pemilih Bintan.

“Saya kira pemilih Bintan sangat cerdas untuk tidak memiliki kecenderungan politisi membentuk dinasti di Bintan. Karena orang lain yang tidak berasal dari elit partai tak dapat berkuasa jika model dinanti tidak dicegah” ujar Edy Nusantara.(ml/***)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.