by

Kemendagri Sebut WNA yang Punya KITAP Boleh Urus Pembuatan KTP

JAKARTA – Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh menyebutkan Warga Negara Asing (WNA) yang ada di Indonesia akan diberi KTP-elektronik (KTP-el).

Padahal, beberapa tahun lalu sudah ada isu tentang WNA yang merupakan Tenaga Kerja Asing (TKA) China di Indonesia sudah mulai dibuatkan KTP WNI dengan nama palsu untuk disiapkan pada agenda Pemilu 2024.

Menurut Dirjen Zudan, sesuai UU No. 23 Tahun 2006 jo UU No. 24 Tahun 2013 tentang Adminduk, setiap WNA yang punya Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) diberikan KTP-el. Hanya saja, kata Zudan Arif Fakrulloh penerbitan KTP-el untuk WNA syaratnya sangat ketat.

“WNA yang ingin memiliki KTP-el harus punya Kartu Izin Tinggal Tetap yang diterbitkan oleh Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, baru bisa diterbitkan KTP-el oleh Dinas Dukcapil,” kata Dirjen Zudan dikutip dari akun Tiktok @zudanariffakrulloh, Selasa (31/5/2021).

Menurut Zudan, dalam database Dukcapil Kemendagri saat ini terdapat sekitar 13.056 ribu WNA yang sudah mengurus KTP-el. “Jadi jumlahnya tidak sampai jutaan,” tegasnya.

Ada 10 negara asal WNA yang paling banyak punya KTP-el. Pertama Korea Selatan, kedua Jepang, ketiga Australia, keempat Belanda, kelima Tiongkok, keenam Amerika Serikat, ketujuh Inggris, kedelapan India, kesembilan Jerman, dan ke-10 warga negara Malaysia.

“Ada 10 negara yang warganya paling banyak punya KTP-el, yakni WNA asal Korsel yang jumlahnya 1.227 orang. WNA asal Jepang 1.057, Australia 1.006, Belanda 961, Tiongkok (China) 909, AS sebanyak 890, Inggris 764, India 627, Jerman 611 dan Malaysia 581. Sisanya dari berbagai negara lain,” urai Dirjen Zudan menjelaskan. (*/arl)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.