by

Kondisi Ruang Antre Sertifikat Tanah di BPN Bintan Memprihatinkan

BINTAN – Warga Bintan yang akan mengambil sertifikat gratis program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) mengeluhkan kondisi loket pengambilan yang dinilai tak layak. Loket itu posisinya di bagian kiri belakang Kantor ATR/BPN Bintan. Sistem pelayanan pemerintah yang menangani bagian pertanahan ini kini menjadi sorotan warga.

Tidak ada kursi maupun pelindung atap. Warga penat karena berjam-jam antri terpaksa duduk di bibir selokan. Kondisi ini sudah lama berlangsung, namun tidak juga kunjung diperbaiki. Kondisi yang tidak patut ini yang membuat banyak warga mengeluh. Warga yang hendak mengambil sertifikat merasa diperlakukan seperti pengemis yang minta sumbangan.

Sementara Asnen Novizar, Kepala ATR/BPN Bintan saat dikonfirmasi tentang buruhnya pelayanan terhadap warga yang mengurus sertfikat mengaku ia sudah mengecek keluhan masyarakat tersebut, namun ia memastikan hal tersebut tidak begitu adanya.

Warga yang ingin mengambil sertipikat harus mengantre berdiri dan kepanasan. Bahkan ada ibu-ibu yang menggendong anaknya tampak kelelahan karena harus berdiri di bawah terik matahari. Kdang-kadang ia menyandar di tembok karena kelelahan. Setelah nyandar bajunya terlihat kotor karena cat bangunannya luntur.

Seperti dilansir luarbiasa.id grub siberindo.co, Kasmirus Kopong Tadon, salah seorang warga Desa Sebong Lagoi yang akan mengambil sertipikat program PTSL merasa sangat kecewa dengan fasilitas di Kantor ATR/BPN Bintan yang berada di Ceruk Ijuk, Toapaya Bintan itu.

Ia bersama beberapa warga lainnya bahkan mengantre cukup lama dan tidak jelas harus duduk dimana untuk menunggu pengambilan sertipikat.

“Ya kami kecewa lah, kalau fasilitasnya begini kasihan warga. Apalagi kalau hujan, tak mungkin menunggu hujan-hujanan. Ini saja panas-panasan warga kasihan,” ungkap pria yang juga tokoh pemuda dan pekerja di Teluksebong ini, Rabu (8/6/2022).

Bahkan beberapa warga ada yang terjatuh karena terjebak parit yang jaraknya hanya satu meter dari pintu jendela tempat mengambilan sertifikat.

Kopong sapaan akrabnya, juga berharap instansi terkait tak tinggal diam, terutama instansi atasannya di ATR/BPN, harus memperhatikan fasilitas pelayanan publik.

“Kami berharap ATR/BPN Kanwil Kepri memperhatikan fasilitas di ATR/BPN Kabupaten, harus ada fasilitas yang layak untuk masyarakat lah. Misalnya dikasih tenda dan kursi,” harapnya.

Ia juga berharap, semoga pimpinan ATR/BPN segera mengambil sikap untuk setiap pelayanan publik. Menurutnya perbaikan harus dilakukan.

Warga lain juga mempertanyakan mental dan sifat pimpnan BPN Bintan yang tega membuat pelayanan yang dinilai kurang manusiawai itu.

Asnen Novizar selaku Kepala ATR/BPN Bintan menyampaikan klarifikasi terhadap keluhan warga.

Menurutnya, pihaknya melakukan pelayanan pembagian sertipikat tanah gratis sesuai prosedur layanan. Bahkan hingga melakukan penyerahan jemput bola ke RT dan RW.

“Kalau untuk fasilitas pelayanan sudah memadai. Untuk ruang tunggu antrean sudah tersedia, baik di loket depan, maupun di bagian belakang, masyarakat dapat menunggu di situ sembari menunggu namanya dipanggil. Ruangannya bahkan sudah kami lebarkan untuk di depan,” katanya Jumat (10/6/2022).

Belakangan ini BPN memang sering melakukan pembagian sertipikat gratis sesuai dengan program pemerintah pusat seperti dilakukan di Kantor Bupati Bintan melalui penyerahan secara simbolis.

“Kemudian kami juga membuka penyerahan sertipikat tanah di kelurahan dan desa. Di kesempatan itu juga kami sudah beritahukan warga yang belum mengambil sertipikat. Dua kali kami datang di setiap wilayah, namun masih ada warga yang tidak datang untuk mengambil sertipikat,” terangnya.

Tidak itu saja, beberapa tempat yang belum diambil sertipikatnya oleh warga, pihak ATR/BPN membuka posko pengambilan di tingkat RT dan RW, di kesempatan tersebut juga disampaikan ke warga untuk mengambil, namun masih ada pihak yang belum mengambil sertipikat. Padahal menurutnya program ini selesai sudah cukup lama.

“Kalau masih ada yang belum ambil saat kami buka posko di RT/RW, maka sertipikat kami bawa pulang ke kantor, kami kemudian menyampaikan sertipikat yang belum diambil dapat diambil di kantor kami,” ujarnya.

Sebagian warga mengaku saat antre di kantor BPN inilah proses antre yang memprihatinkan kondisinya. (aan/arl)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.