by

KPK Tangkap Mantan Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti

YOGYAKARTA – Mantan Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti ditangkap Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) pada Kamis(2/6/2022).

KPK juga menyegel ruang kerja walikota Yogyakarta di Balaikota Yogyakarta, Kamis (2/6/2022). Penyegelan ruang kerja walikota Yogyakarta dibenarkan oleh Pj Walikota Yogyakarta, Sumadi.

Sumadi membenarkan adanya kedatangan petugas KPK. Meski ia tidak melihat langsung apa saja aktivitas penyidik KPK selama di Balaikota.

“Tadi siang saya setelah rapat dari Pemda DIY di Kepatihan, saya ke Balai Kota. Setelah itu, pas saya mau mulai kegiatan, jam 13.00 WIB, kemudian ada petugas KPK. Ada tiga orang, menunjukkan identitas, saya lihat itu benar kemudian mohon izin untuk melakukan penyegelan ruang Walikota. Saya katakan monggo, silakan, terus kemudian saya tinggal rapat,” ungkap Sumadi pada wartawan.

Sumadi tidak menyaksikan langsung proses penyegelan ruang yang hingga 21 Mei lalu digunakan sebagai ruang kerja Haryadi Suyuti. Ia juga tidak mengetahui apa saja yang dibawa para petugas dari ruangan yang kini telah tertempel stiker penyegelan itu.

Setelah ruang walikota disegel, Sayuti pindah ke ruang rapat sampai sore lalu pulang dan tidak ada komunikasi dengan para penyidik.

KPK melalui plt juru bicaranya, Ali Fikri membenarkan adanya Operasi tangkap tangan beberapa orang yang diduga melakukan tindak pidana korupsi suap di Yogyakarta. KPK membenarkan bahwa salah satu orang yang ditangkap adalah Mantan Walikota

“KPK melakukan kegiatan tangkap tangan terhadap beberapa pihak yang sedang melakukan tindak pidana korupsi suap di Yogyakarta. Salah satu yang diamankan adalah walikota Yogyakarta 2017-2022,” ungkap Ali Fikri.

Dari penangkapan itu Penyidik KPK juga mengamankan uang dolar amerika. Hanya saja, jumlahnya belum disebut penyidik dengan alasan belum dihitung.

Operasi Tangkap Tangan di Yogyakarta ini merupakan yang kedua kalinya terjadi. Dua tahun lalu KPK menangkap dua orang jaksa masing-masing jaksa Eka yang merupakan fungsional di Kejari Yogyakarta dan jaksa Satriawan Sulaksono dari Kejari Surakarta serta seorang pengusaha Gabriella Ana Kusuma.

Jaksa Eka dan Satriawan diduga menerima suap dari Gabriella Ana berkaitan dengan proyek rehabilitasi saluran air hujan di Jalan Supomo, Yogyakarta, dan sekitarnya. Suap dari Gabriella diduga untuk memuluskan proses lelang proyek tersebut.

Dalam sidang perkara suap ini nama walikota Yogyakarta sering disebut-sebut dalam sidang termasuk istrinya.(*/arl-krjogja.com)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.