by

Media Singapura Sebut UAS juga Ditolak di Hongkong, Timur Leste dan Beberapa Negara Eropa

JAKARTA – Aksi protes atas penolakan Ustad Abdul Somad berkunjung ke Singapura terus terlihat di beberapa kota. Seperti di Jakarta dan Medan aksi demo terlihat pada Jumat (20 Mei). Pedemo menentang upaya Singapura baru-baru ini yang untuk menolaknya masuk karena dinilai ada sejarah ajaran ekstremis.

Di Medan, pedemo berkumpul di Masjid Raya Medan sebelum berbaris menuju KJRI Singapura.

Pedemo membawa plakat bertuliskan: “Usir Duta Besar Singapura”, “Boikot produk Singapura”, “Sarang Penjahat Singapura”, “Singapura adalah tanah Melayu, bukan milik Cina”, dan “Singapura jahat dan menjijikkan”.

Demo oleh Aliansi Ormas Islam Sumatera Utara ini mengatasnamakan berbagai kelompok di seluruh provinsi.

Dalam video berdurasi 45 detik yang diposting di Twitter, seorang pengunjuk rasa terlihat berbicara melalui pengeras suara dan menunjukkan popularitas Somad di luar Indonesia.

“Dia disambut di Malaysia. Dia disambut di Brunei. Dia disambut di negara-negara Asia Tenggara. Tapi, negara bernama Singapura mengusir dan menolaknya tanpa alasan khusus,” teriaknya dalam orasi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Singapura (MFA) mencatat dalam sebuah pernyataan demonstrasi di sekitar Kedutaan Besar Singapura di Jakarta dan Konsulat Jenderal di Medan, dan bahwa aparat penegak hukum Indonesia berjaga-jaga.

“Pemerintah Singapura memantau dengan cermat situasi,” kata pernyataan itu.

Demonstrasi tersebut dilakukan sebagai tanggapan atas penolakan masuknya pendakwah Indonesia Abdul Somad Batubara ke Singapura pada 16 Mei 2022. Kementerian Dalam Negeri Singapura telah mengeluarkan pernyataan pada 17 Mei 2022 yang berisi sikap Singapura terkait hal tersebut. .

“Masuknya seorang pengunjung ke Singapura itu tidak otomatis atau hak. Setiap kasus dinilai berdasarkan kemampuannya sendiri. Pemerintah Singapura memandang serius setiap orang yang menganjurkan kekerasan dan/atau mendukung ajaran ekstremis dan segregasi,” kata juru bicara MFA.

Kapolres Medan Kombes Valentino Alfa Tatareda mengatakan ada 900 polisi dikerahkan untuk menjaga keamanan selama demo. “Situasinya aman,” katanya seperti dilansir straitstime.

Dia menambahkan, perwakilan pengunjuk rasa, bersama ulama Hasan Matsum, Ketua Majelis Ulama Indonesia Cabang Medan, berhasil bertemu dengan Konsul Jenderal Singapura Richard Grosse di Medan, atas permintaan para demonstran.

Di Jakarta, demo juga terjadi dengan beberapa memegang spanduk, melakukan protes di depan Kedutaan Besar Singapura di tengah hujan lebat.

Salah satu spanduk mereka berbunyi: “Hentikan Islamofobia. Singapura minta maaf dalam waktu 2×24 jam kepada rakyat Indonesia. Jangan ganggu ulama kami.” Ulama mengacu pada seorang cendekiawan Muslim.

Kapolsek Metro Setiabudi Kompol Agung Permana mengatakan pada Jumat ada demodari organisasi Islam untuk Pertahanan Ideologi (Perisai). Antara 50 dan 100 petugas polisi dikerahkan untuk menjaga demo.

“Tidak ada pengalihan lalu lintas karena tidak banyak pengunjuk rasa,” katanya.

Singapura menolak masuk ke Somad dan enam teman perjalanannya segera setelah mereka tiba dari Batam pada Senin pekan lalu.

Di akun Instagramnya, UAS memposting foto dan klip pendek dirinya di area penahanannya di Terminal Feri Tanah Merah.

Menanggapi pertanyaan Kedutaan Besar Indonesia di Singapura tentang masalah ini, Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan Singapura mengatakan alasan penolakan itu karena Somad “tidak memenuhi syarat untuk mengeluarkan izin berdasarkan kebijakan imigrasi saat ini”.

menurutmedia straitstime, meskipun UAS adalah salah satu pengkhotbah yang paling banyak diikuti di Indonesia, namun Somad juga banyak dikritik oleh orang Indonesia, termasuk para pemimpin Muslim arus utama, atas komentar yang dia buat yang merendahkan agama lain. Beberapa dari mereka juga menyambut baik keputusan Singapura yang melarangnya memasuki Republik.

straitstime juga menyebut, selain Singapura menolaknya masuk, laporan media lain menyebutkan UAS juga ditolak masuk ke Hong Kong, Timor Leste, dan beberapa negara Eropa di masa lalu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan pada hari Kamis bahwa Indonesia mengakui kedaulatan setiap negara untuk menerapkan aturan imigrasi dan menggunakan haknya untuk menerima atau menolak masuknya orang asing.

Dalam wawancara dengan kanal YouTube Karni Ilyas Club, Rabu, Somad mengatakan tidak akan gentar untuk mencoba mengunjungi Singapura, karena itu adalah tanah Melayu yang terhubung dengan tanah kelahirannya, Riau.

“Kalau saya bilang saya terhalang untuk mengunjungi Singapura, itu sama dengan mengatakan bahwa saya terhalang untuk mengunjungi Minangkabau, karena Singapura adalah tanah Melayu,” katanya, seraya menambahkan bahwa dia memiliki kerabat yang tinggal di Singapura.

“Kami orang Riau menganggap Singapura bagian dari tanah kami,” tambahnya. (*/arl)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.