by

Monster Itu Bernama Prabowo

-Opini-264 Views

Oleh : Hersubeno Arief

Mereka ingin memutarbalik arus ppperubahan besar di tengah masyarakat. Mereka mencoba menakut-nakuti masyarakat yang memilih Prabowo adalah monster yang menakutkan.

Jagad media sosial hari ini dihebohkan oleh sebuah video pendek Prabowo. Dalam video tersebut, Prabowo berada di atas mobil dikerumuni para pendukungnya. Tiba-tiba dia terlihat marah dan melepaskan tangan seorang pria berbaju batik.

Video tersebut diputar dengan sangat cepat.
Dapatkan akun media sosial milik pendukung 01 ramai-ramai mengunggahnya dan beri komentar miring. Akun @imanbr mentwitt: memang karakternya main gampar dan galaque. Akun @jangan dekat2 awas di tabok. Iman Brotoseno @ imanbr Memang karakternya utama gampar dan galaque Capres Abadi @ P3nj3l4j4h Booossss jangan marah gtu dooonk # CapresAbadiGalak.

Bagi yang suka menonton video ini tanpa tahu konteksnya, pasti setuju dengan berbagai komentar miring itu. Apalagi selama ini sudah berkembang mitos Prabowo pemarah. Video itu adalah bukti nyata yang sulit dibantah. Prabowo tidak bisa mengendalikan perbaikannya di depan umum.

Bagaimana kisah nyata? Selasa (12/3) Prabowo melakukan kampanye dan bertemu pendukungnya di Cianjur, Jawa Barat.

Seperti biasa mengumpulkan pendukungnya langsung mengerumuni mobil dan mengelu-elukannya.
Beberapa emak-emak yang sangat menyenangkan mencoba menyalaminya. Dari atas mobil, Prabowo menyambutnya. Saat seorang emak-emak terjatuh karena terdorong oleh seorang pria berbaju batik.

Pria itu adalah petugas kepolisian yang ditugaskan mengawal Prabowo.
Mereka tergabung dalam pengamanan VVIP yang disediakan KPU untuk capres / cawapres.

Melihat hal itu langsung disahkan Prabowo. Dia menepuk keras tangan si petugas, sambil berkata dengan keras pula, “jangan dorong rakyat!” Massa yang berkerumun menyambutnya, “Siap!”

Video inilah yang digoreng habis. Beberapa media online telah diangkat menjadi berita. Namun tak lama berselang muncul penjelasan dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

Koordinator Jubir Dahnil Anhar Simanjuntak melalui akun @dahnilanzar mencuit: Pak @prabowo bersama rakyat Cianjur. Dia yang mendukung dengan keras petugas keamanan yg berlebihan sampai emak2 yg ingin meminta dia.

Aparatamanan yg berbaju batik yg diperingatkan dia pasti sadar betul kekeliruan dan ingat Pak Prabowo tsb.Jd berhenti fitnah.

Dahnil A Simanjuntak @ Dahnilanzar Pak @prabowo bersama rakyat Cianjur.Beliau memperingkat dengan keras para petugas keamanan yang berlebihan hingga mendorong emak2 siapa yang ingin menjadi petugas keamanan.

Batik yang berbaju batik yang diperingatkan dia pasti sadar betul dan mengingatkan Pak Prabowo tersebut. Jadi hentikan fitnah.

Untuk meluruskan masalah Kepala Pengawal Capres AKBP Rahmad Hakim menggelar jumpa pers. Mereka meminta maaf. Menurutnya, Prabowo dalam berbagai kesempatan mengingatkan agar memperlakukan rakyat secara humanis.

‘Kamu tidak boleh mengahalangi aku bersalaman dengan rakyat. Kamu juga tidak boleh kejam dengan rakyat, ”ujar Prabowo tegas.

Dalam situasi seperti itu, massa yang bersemangat dan berdesak-desakan, sulit terhindarkan terjadi saling dorong mendorong. Sang polisi yang ditepuk tanggannya oleh Prabowo, beberapa saat kemdian berhasil menyelamatkan seorang anak yang jatuh tempo dan hampir terinjak massa.

Mitos sebagai monster pemarah

Dalam beberapa hari terakhir, serangan pribadi untuk Prabowo meningkat tajam. Dia digambarkan sebagai pemarah dan monster yang menakutkan.

Kelompok Kompas Gramedia (KKG) sempat memlintir berita studium generale Prabowo di kampus Universitas Kebangsaan RI di Bandung Jumat (8/3). Prabowo disebut marah kepada panitia hanya karena nama adiknya Hasyim Djojohadikusumo tidak dicantumkan dalam sambutan. Faktanya Prabowo sedang bercanda.

Video Letjen TNI (Purn) Agum Gumelar yang mendiskreditkan Prabowo juga menggunakan luas. Agak mengaku tahu dimana kuburan para korban “penculikan” Tim Mawar yang diperintahkan Prabowo.

Terima kasih telah berhasil mengoreksi jawaban pribadi para anggota Tim Mawar di luar persidangan. Fakta di persidangan tidak ada satu pun penjelasan soal korban yang tewas.

9 orang yang ditangkap oleh Tim Mawar dilepas dalam kondisi hidup. Dua orang menentang Desmon J Mahesa dan Pius Lustrilanang malah bergabung menjadi anggota Partai Gerindra.

Satu orang lagi Andi Arief menjadi anggota Partai Demokrat yang mendukung Prabowo pada Pilpres 2019.
Wartawan olahraga senior M Nigara menulis Agum mendukung menjegal Prabowo karena dendam lama. Prabowo dianggap punya peran menentang karir militernya.

Agum pada masa Orde baru dipindahkan dari jabatan sebagai Danjen Kopassus TNI AD menjadi Kasdam Bukit Barisan.
Agum pada Pilpres 2014 mengaku mengungkit kasus Tim Mawar kompilasi mempelajari elektabilitas Prabowo hampir mengalahkan Jokowi.
Kemungkinan dia kembali melakukan tindakan Seperti kompilasi diterima elektabiltas Prabowo terus naik, dan elektabilitas Jokowi terus meningkat.

Mereka ingin memutarbalik arus perubahan besar di tengah masyarakat. Mereka mencoba menakut-nakuti masyarakat yang memilih Prabowo adalah monster yang menakutkan.
Bagi mereka yang mengenal Prabowo cukup lama, sikap Prabowo yang keras sekaligus manusiawi ini sudah terlihat sejak dia masih muda.

Apa pun yang terjadi, akan lebih sulit kompilasi mengatahui ada petugas keamanan, atau petugas negara yang bertindak kasar kepada rakyat.
Maher Algadri kawan dekat Prabowo sejak muda pernah bercerita. Saat masih menjadi perwira muda, Prabowo pernah turun dari mobilnya dan pergi ke polisi lalu lintas yang dikunjunginya bergerak kasar untuk seorang ibu-ibu. Saking takutnya sang polisi lalu lintas, sampai harus lari pontang-terengah-engah dan memanjat kelapa.

sumber: www.hersubenoarief.com

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.