by

Napi Lapas Kendalikan Pengedaran Narkoba di Tanjungpinang, Kalapas: Sinergitas Lapas dengan Polresta Tanjungpinang Saling Bertukar Informasi

BINTAN – Polresta Tanjungpinang beberapa waktu lalu mengungkap peredaran narkotika yang dikendalikan oleh Narapidana berinisial F yang sedang menjalani tahanan penjara di Tanjungpinang. Napi beriisial F ini dikenal bandel dan baru menjalani hukuman Disiplin pada Februari lalu, kini malah terungkap bahwa meski dirinya berada dalam tahanan lapas namun ia tetap mampu mendalikan peredaran Narkoba di Tanjungpinang.

Berbagai pihak menyebut Napi yang mengendalikan peredaran Narkoba merupakan kelalaian dari pihak pihak Lapas. Namun Kalapas Tanjungpinang Wahyu Hidayat mengaku pengungkapan kasus oleh Polres itu merupakan wujud dari sinergitas Polres dan lapas. benarkah?

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tanjungpinang Wahyu Hidayat mengatakan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk mendukung program nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba. Diantaranya melakukan deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban dan melakukan penggeledahan blok hunian warga binaan dan bersinergi dengan aparat penegak hukum lainnya.

“Sinergitas Lapas dengan Polresta Tanjungpinang melakukan pertukaran informasi perihal pengungkapan jarinngan sindikat narkoba,” kata Kalapas Wahyu Hidayat,

Kalapas mengklaim pengungkapan Polres Tanjungpinang terhadap warga Binaan lapas yang mengendalikan peredaran Narkoba merupakan salah satu hasil sinergitas Lapas dengan Polres Tanjungpinang.

Sinergitas ini dalam upaya mendeteksi dini dan menggagalkan berbagai upaya penyeludupan narkotika ke dalam lembaga pemasyarakatan.

“Sinergitas ini agar memperlancar tugas-tugas dalam mencegah dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika,” katanya.

Kata Wahyu Hidayat, sebenagi bentuk komitmen penuh juga ditunjukan oleh Lapas, salah satunya dengan menegakkan aturan melalui kegiatan penggeledahan rutin terhadap blok hunian warga binaan pemasyarakatan.

“Jika saat penggeledahan ada ditemukan benda-benda berbahaya, kita langsung laporkan ke kepolisian agar dilakukan penindakan lebih lanjut,” sebutnya.

Selain itu juga, Wahyu Hidayat menyebut pihaknya sangat terbuka menerima informasi dari Kepolisian apabila diduga ada keterlibatan warga binaan pemasyarakatan terhadap tindak pelaku kejahatan.

“Kami tetap menjaga agar warga binaan ini tidak melakukan pelanggaran. 1001 cara yang mereka lakukan, kami akan upayakan 1002 cara untuk menekan gangguan Kamtib yang dapat dilakukan WBP tersebut,” jelas Wahyu Hidayat.

Terkait kasus yang melibatkan warga binaan inisial F, Wahyu Hidayat mengaku pihaknya telah melakukan pemeriksaan dan kini diberikan hukuman disiplin. Yang bersangkutan sudah pernah dijatuhi hukuman disiplin pada Februari 2022 dan hasil pemeriksaan alat komunikasinya telah diiformasikan kepada Satnarkoba Polres Tanjungpinang.

Wahyu Hidayat juga mengatakan, sesuai Permenkumham No.6 Tahun 2013 tentang Tata Tertib Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara dan Permenkumham No 7 tahun 2022 bahwa setiap warga binaan yang melakukan pelanggaran akan diberikan sanksi tegas berupa tidak diberikan hak-haknya yaitu remisi dan integrasi. (len/arl)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.