by

Penipuan Bermodus Cinta Bodong Naik Drastis di Singapura, Penjahatnya Raup Rp150 Miliar

SINGAPURA – Media sosial membuat orang bisa dengan mudah saling kenal di dunia maya. Peningkatan pertemanan hingga menggombal lawan jenis lewat chat pribadi di Medsos juga banyak terjadi. Demikian juga di Singapura. Tidak sedikit yang menjadi korban, namun hanya sebagian kecil yang melapor ke polisi karena mengalami kerugian besar di Singapura.

Pada tahun 2020 ada 62 kasus penipuan yang dilaporkan ke polisi SIngapura karena korban merasa ditipu lawan jenisnya yang mereka kenal di dunia maya. Umumnya yang melapor karena pasangannya meminta uang dan setelah dikirim, ternyata pacar online yang sudah lama dkenal di dunia maya ternyata menggunakan akun palsu.

Jumlah korbannya meningkat drastis pada 2021 menjadi 822 kasus penipuan. Umumnya korban mengaku tertipu karena merasa jatuh cinta atau yang lebih dikenal dengan Budak Cinta (Bucin). Kasus penipuan Cinta bodong lewat internet ini ada 822 kasus yang ditangani polisi setempat.

Seperti dilansir straitstime, polisi menyarankan masyarakat untuk mengambil tindakan pencegahan, seperti berhati-hati saat berteman dengan orang asing secara online. Polisi setempat juga meminta untuk tidak pernah mengirim uang kepada orang yang tidak mereka kenal atau belum pernah mereka temui secara langsung.

Dari 384 orang korban saja yang melapor akibat tertipu Cinta Bodong sejak awal tahun 2022 kehilangan uang $15 juta yang dikuras penjahat yang menebar cinta kepada para korbannya di media sosial. Jika dilakikan kurs dolar Rp10.600 per Sin solar maka kerugiannya mencapai Rp159 miliar.

“Penipu dan korban biasanya berteman satu sama lain di media sosial dan menjalin hubungan, kata polisi dalam sebuah pernyataan, Kamis (19 Mei 2022),” kata polisi setempat sepertti dilansir straittime.

Selain itu, ada juga penipuan bermodus scammers yang mengklaim telah mengirim hadiah berharga kepada para korban. Setelah itu, para korban ditelpon yang konon dari kurir pengiriman yang memberi tahu mereka bahwa paket tersebut ditahan oleh pihak berwenang.

Untuk pelepasan barang, scammers akan meminta korban untuk melakukan pembayaran online ke rekening bank pihak ketiga.

Caranya, scammers akan meminta korban untuk memberikan bantuan uang. Korban akan diminta untuk membeli kartu hadiah dan membagikan kode aktivasi dengan scammers atau mentransfer uang ke rekening bank pihak ketiga.

Para korban biasanya baru menyadari bahwa mereka telah ditipu ketika mereka menghubungi Bea Cukai Singapura untuk menanyakan tentang biaya pengiriman.

karena maraknya penipuan, pihak kepolisian Singapura meminta agar para korban yang merasa tertipu lekas menghubungi pihak kepolisian di hotline 1800-255-0000. (*/arl)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.