by

Reuters Tuding Ada Negosiasi Perkara Kapal MT Nord Joy, Pangkoarmada: Ini Upaya Mendiskreditkan TNI AL

BATAM – Media Reuters beberapa kali mengangkat isu adanya upaya negosiasi yang dilakukan oleh oknum Perwira TNI AL terkait penangkapan Kapal MT Nord Joy di Perairan Kepri beberapa waktu lalu.

Media yang berkantor pusat diKanada itu berulang kali memberikan kasus penagkapan Kapal MT Nord Joy.

Pihak TNI Al menyebut, tudingan itu tidak mendasar dan tidak ada bukti atas tuduhan yang.

“Kami menganggap ini sebuah upaya mendiskreditkan TNI AL sebagai sebuah institusi penegakkan kedaulatan dan hukum di laut,” kata Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah saat menggelar Konferensi Pers terkait penangkapan Kapal MT Nord Joy yang dilakukan oleh KRI Sigurot-864 bertempat di atas kapal MT Nord Joy di Perairan Batu Ampar, Kepri. Jumat (10/6).

Dalam rilis TNI AL disebutkan Pangkoarmada I menjelaskan, MT Nord Joy yang berbendera Panama ini diperiksa, ditangkap dan dilakukan penyelidikan oleh KRI Sigurot–864. Kapal berbendera panama ini ditangkap patroli di perairan timur laut Tanjung Berakit pada Minggu ( 30 Mei 2022) lalu.

Dari hasil pemeriksaan dan penyelidikan awal diduga kapal ini melakukan pelanggaran lego jangkar di perairan teritorial Indonesia di Tanjung Berakit tanpa izin dari otoritas pelabuhan setempat. Selanjutnya dari dugaan pelanggaran hasil penyelidikan awal tersebut, MT Nord Joy dikawal oleh KRI Sigurot-864 menuju Lanal Batam guna dan diserahkan kepada Lanal Batam guna proses hukum lebih lanjut.

Saat ini, penyidik pangkalan sudah menyerahkan SPDP ke Kejaksaan Negeri Batam untuk selanjutnya menunggu penetapan berkas dinyatakan lengkap atau P-21. Selanjutnya akan dilaksanakan penyerahan tahap dua dimana tersangka dan barang bukti diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Batam.

“Jadi, saya tegaskan kembali saat ini MT Nord Joy telah dalam proses hukum,” papar Pangkoarmada I.

Laksda Arsyad menjelaskan, TNI AL dalam hal ini Koarmada I akan terus menegakkan kedaulatan dan hukum di laut khususnya dalam penertiban area lego jangkar di teritorial di perairan Kepri. Menurutnya, ini adalah sejalan dengan Peraturan Menteri Perhubungan yang telah menetapkan tiga area lego jangkar di wilayah Kepri yang dapat memberikan manfaat bagi perekonomian Indonesia khususnya pemerintah daerah Kepri. Sehingga, ada indikasi kapal-kapal yang akan memasuki pelabuhan Singapura tersebut sengaja melakukan lego jangkar di luar area yang telah diatur.

“Ada beberapa kapal yang sengaja dari lego jangkar di luar area yang telah diatur untuk menghindari pembayaran biaya lego kepada otoritas pelabuhan di Kepri. Ini mengakibatkan beberapa kemungkinan kerugian yang dialami oleh Indonesia antara lain dari segi ekonomi, berpotensi membuang sampah yang mengakibatkan pencemaran dan rusaknya ekosistem laut di perairan teritorial. Serta berpotensi merusak terumbu karang di dasar laut sebagai tempat pemijahan ikan-ikan akibat jangkar.

Pada kesempatan tersebut Pangkoarmada I menghimbau kepada pihak yang merasa mengetahui secara pasti adanya upaya negosiasi dengan meminta sejumlah uang untuk membebaskan kapal MT Nord Joy agar dapat melaporkan kepada pihak TNI AL. Tujuannya untuk memudahkan dalam melakukan investigasi mengungkap oknum Perwira TNI AL yang dimaksud.

“Tentunya bila dalam investigasi ditemukan oknum Perwira TNI AL terbukti telah melakukan negosiasi dalam proses penyelidikan dan penyidikan terhadap MT Nord Joy maka TNI AL akan melakukan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku baik dalam disiplin keprajuritan maupun pidana,” pungkasnya.

Pada tahun lalu, tuduhan serupa pernah disebarkan oleh Reuters dan hal tersebut telah ditanggapi langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono dengan meminta agar tuduhan dugaan pungutan liar oleh seseorang yang mengaku sebagai perwira TNI Angkatan Laut dibuktikan.

“Kalau ada isu-isu seperti itu ya silakan buktikan siapa yang dikasih itu, jadi jangan hanya menyampaikan isu yang tidak jelas. Tentunya kalau itu Perwira TNI AL kan jelas pangkatnya apa, siapa namanya, dan di mana dinasnya, dan tentunya jelas,” kata Laksamana Yudo menanggapi wartawan saat isu itu pertama kali mencuat. (*/arl)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.