by

SEDOTAN STAINLESS SI RAMAH LINGKUNGAN

-Opini-127 Views

Oleh :

KHARISMA DINIWARDHANA
Mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Publik, Stisipol Raja Haji Tanjungpinang

Sedotan adalah sebuah benda berbentuk tabung yang digunakan untuk mentransfer minuman dari wadah ke mulut. Benda ini sangat memudahkan manusia untuk meminum minuman yang kemasan atau wadahnya tidak mendukung jika harus diminum langsung.

Sedotan pertama kali dibuat oleh bangsa Sumari (id.wikipedia.org,), yang gunakan untuk minum bir. Kemungkinan besar , sedotan digunakan untuk menghindari produk padat hasil fermantasi yang mengendap dibawah.

Dalam perkembanganya, sedotan dibuat dengan berbagai bahan, salah satu nya Rye Grass yang dibuat pada tahun 1800an. Sedotan Rye Grass ini merupakan rumput jerami, sehingga minuman yang diminum akan terasa seperti rumput. Sedotan Rye Grass juga mudah hancur saat dimasukan ke air. Kemudian, pada tahun 1888, Marvin C. Stone merubah sedotan yang awalnya terbuat dari rumput jerami menjadi sedotan yang terbuat dari kertas.

Karena, saat itu ia merasa tidak nyaman dengan sedotan dari rumput jerami yang membuat rasa minumannya berubah. Marvin C.Stone mendapat ide cemerlangnya saat tengah minum Mint Julep saat cuaca panas di Washington, DC. Rasa gandum dicampur dengan minuman dan memberikan rasa berumput, yang menurutnya tidak memuaskan. Ia melilitkan kertas di sekitar pensil untuk membuat tabung tipis, mengeluarkan pensil dari salah satu ujungnya, dan menempelkan lem di antara lilitan kertas tersebut. Seiring berjalannya waktu, saat teknologi sudah berkembang, Dia memperbaikinya dengan membangun mesin yang akan melapisi bagian luar kertas dengan lilin untuk menyatukannya, sehingga lem tidak akan larut. Sedotan kertas itu pada awal nya memiliki lubang yang kecil, mirip dengan rumput jerami itu, Seiring berkemmbang nya zaman, tercipta lah sedotan plastik yang lubang nya lebih besar sehingga mudah digunakan.

Sedotan plastik terus digunakan oleh masyarakat, kapan pun dan dimana pun kita selalu melihat keberadaan sedotan plastik ini bukan hanya di tempat makan tapi juga di pinggir jalan dan di selokan. Meskipun kecil, tapi sangat berpengaruh besar jika setiap orang membuang satu sampah sedotan plastik setiap hari, bisa kita bayangkan betapa banyak nya sampah sedotan plastik itu sampai sekarang.

Sedotan Plastik sangat sulit diuraikan dan di daur ulang, membutuhkan waktu berpuluh – puluh tahun agar ia benar – benar hancur. Penggunaan nya juga hanya sekali, tidak bisa di pakai berulang-ulang.

Berdasarkan data Science Magazine, jumlah produksi sampah plastik global sejak 1950 hingga 2015 cenderung menunjukkan peningkatan. Pada 1950, produksi sampah dunia ada di angka 2 juta ton per tahun. Sementara 65 tahun setelah itu, pada 2015 produksi sampah ada di angka 381 juta ton per tahun. Angka ini meningkat lebih dari 190 kali lipat, jika dihitung peninkatan nya mencapai angka 5,8 ton pertahun.

Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton / tahun di mana sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut.
Sampah Sedotan plastik termasuk dalam jenis sampah yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Banyak cara telah dilakukan, namun tetap saja sampah plastik tidak bisa dihindari, karena benda-benda yang terbuat dari plastik sangat diperlukan dalam kehidupan sehari hari. Kita hanya bisa mengurangi nya saja.

Salah satu upaya mengurangi adalah mengganti sedotan plastik dengan sedotan stainless steel yang lebih aman bagi lingkungan karena bisa digunakan secara berulang- ulang dan lebih tahan lama dibandingkan sedotan plastik. Sedotan stainless steel juga lebih sehat karena tidak melepaskan bahan kimia ke minuman yang kita konsumsi. Tidak seperti sedotan plastik yang dapat melarutkan bahan kimia ke aliran darah.
Menurut Mayo Clinic (http://thrivaholic.com, diakses 4 Maret 2019), Bisphenol A (BPA) adalah bahan kimia industri yang semakin umum digunakan dalam produksi industri plastik dan resin tertentu. Selama bertahun-tahun, BPA telah dikenal untuk meningkatkan risiko masalah kesehatan, seperti gangguan reproduksi dan diabetes.

Selain aman dan sehat, sedotan stainless steel juga praktis dibawa saat berpergian, dapat diletak kan di mana saja karena ia tidak mudah rusak. Warna nya juga menarik, cocok digunakan kapan saja, baik acara formal atau pun yang tidak formal.

Namun, kekurangan nya adalah sedotan stainless steel ini harus selalu dibersikan setiap kali mau digunakan, untuk membersihkan kotoran seperti debu yang ada di dalam nya. Selain itu, sedotan stainless steel ini berpotensi melukai anak-anak jika tidak di gunakan dengan hati hati, untuk itu awasi anak Anda saat menggunakan sedotan ini.
Sampai saat ini, sedotan stainless steel masih gencar di promosikan diberbagai negara di dunia. Di Indonesia sedotan ini mulai marak diperjual belikan sekitar tahun 2018 dan sampai sekarang.
Bahkan diacara Java Jazz Festival Jakarta (JJF) ke-15 tahun ini (www.idntimes.com, diakses tanggal 4 Maret 2019), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) turut berpartisipasi dengan memberikan informasi kepada pengunjung terkait pengelolaan sampah. Dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, membagikan souvenir kepada pengunjung berupa sedotan stainless steel untuk mengurangi sampah sedotan plastik.

Mari, kita jaga lingkungan dengan mengganti penggunaan sedotan plastik menjadi sedotan stainless steel yang lebih ramah lingkungan dan lebih kekinian.  Menjaga lingkungan itu penting loh, bukan hanya lingkungan rumah saja ya, tapi juga di lingkungan mana pun yang kamu singgahi. Kalau lingkungan tercemar, siapa yang mau menempatinya? . Let’s Save the Earth.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.