by

Siswa SDN 002 Samarinda Diusir Gurunya dari Sekolah karena Tak Punya Android

Pengusran siswa SDN dari sekolah karena orang tuanya tak mampu membeli ponsel jenis android untuk ujian membuat geger kota Samarinda. Perlakuan diskriminasi terhadap warga yang kurang mampu ini juga mendapat perhatian serius dari Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur Deden Hayutul Firman.

Kajati Kaltim yang mendapat informasi itu langsung mengunjungi rumah siswa berinisial Mdf pada Senin (6 Juni 2022) di bilangan Kelurahan Tenun, Samarinda Seberang. Kajati Kaltim didampingi Kasi Intelijen Kajati Samarinda Mohamad Mahdy.

Mdf adalah seorang siswi di SDN 002 Samarinda yang diusir oleh salah satu gurunya karena tidak memiliki telepon genggam android untuk dipergunakan sebagai perangkat pelaksanaan ujian. Tidak hanya diusir guru, Mdf juga mengalami bullying dari teman sekelasnya.

Pihak keluarga Mdf berharap Mdf dapat dipindahkan ke SDN Setia 014 Samarinda agar satu sekolah bersama adiknya, sehingga pihak keluarga mudah memantau keduanya. Harapannya agar tidak terulang kembali hal yang dialami Mds yang beresiko memberikan dampak psikologis.

Menurut pihak keluarga Mdf, pengusiran dari salah satu guru di SDN 002 Samarinda berdampak besar bagi Mdf yang hingga saat ini masih belum mengikuti ujian sekolah. Oleh karenanya, pihak keluarga berharap Mdf dapat mengikuti ujian sekolah susulan, dan setelah mendapatkan nilai serta menerima rapor, pihak keluarga sepakat Mdf akan dipindahkan dari SDN 002 Samarinda.

Mendengar kejadian yang dialami oleh Mdf, Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur memberikan dukungan moril serta santunan berupa uang sebesar Rp10 juta.

“Semoga dapat membantu sarana pendidikan Mdf, salah satunya membeli ponsel untuk sarana belajar daring sekolah dan perlengkapan sekolah lainnya. Tak hanya itu, semoga Kejati Kaltim juga memberikan perhatian khusus terkait persiapan langkah dalam kebutuhan pelaksanaan pendidikan Mdf,” kata Kajati Kaltim seperti dalam rilis Kapenkum Kejaksaan RI.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur menyatakan siap memberikan pendampingan dalam persiapan pelaksanaan ujian sekolah susulan dan pemindahan sekolah ke SD Setia 014 Samarinda terhadap Mdf.

“Saya telah koordinasi secara intens melalui Dinas Pendidikan Kota Samarinda dengan hasil bahwa saat ini sedang dipersiapkan pelaksanaan ujian susulan dalam waktu dekat dan proses pemindahan sekolah setelah pelaksanaan kenaikan kelas,” kata Kajati kaltim Deden Hayutul Firman. (*/arl)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.