by

TKA Asal Tiongkok Tikam Rekan Kerja hingga Tewas di Kawasan Industri Khusus Galang Batang

BINTAN – Seorang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok berinisial WA (39) nekad menikam rekan kerjanya sendiri. Peristiwa yang terjadi Minggu (22 Mei 2022) baru dirilis oleh Polres Bintan pada JUmat (3/6/2022). Peristiwa penikaman itu terjadi di tempat tinggal kariyawan perusahaan di PT SD yang berada di kawasan Ekonomi Khusus Galang Batang, Bintan.

Kapolres Bintan Akbp Tidar Wulung Dahono, S.H., S.I.K., M.H. menjelaskan saat Konferensi Pers yang dilaksanakan di Mako Polres Bintan pada Jumat (3/6/22).

Menurut Kapolres Bintan tersangka dan korban sama-sama WNA asal Tiongkok yang bekerja di perusahaan yang ada di Kawasan Ekonomi Khusus Galang Batang, Bintan.

“Saat ini kami sedang menangani perkara dugaan Tindak Pidana Pembunuhan atau Penganiayaan yang menyebabkan mati, dengan tersangka seorang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok berinisial WA (39) dan korbannya juga seorang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok berinisial ZH (26),” kata Kapolres Bintan.

Pembunuhan itu berawal saat tersangka WA hendak menemui ayah korban yang merupakan Manager Human Resources Departemen (HRD) di PT. Saat itu, tersangka ingin menanyakan kontrak kerjanya yang sudah habis. Sebelum bertemu dengan Manager HRD PT SD, tersangka berjumpa dengan korban. Saat itu langsung terjadi cekcok dan berujung perkelahian. Akibat perkelahian itu ZH mengakibatkan luka-luka karena ditikam pisau yang dibawa tersangka.

Dalam perkelahian tersebut tersangka juga mengalami luka. Keduanya dibawa ke Rumah Sakit, Namun setibanya di Rumah Sakit, korban dinyatakan meninggal oleh pihak Rumah Sakit. Sedangkan tersangka masih dapat tertolong dan dirawat di Rumah Sakit.

“Setelah tersangka diperbolehkan pulang dan dilakukan rawat jalan, tersangka langsung diamankan oleh Sat Reskrim Polres Bintan untuk dilakukan pemeriksaan,” ujar kapolres menjelaskan kronologis kejadian.

Menurut Kapolres Bintan, tersangka dijerat dengan pasal 340, Pasal 338 dan Pasal 351 (ayat 3) dengan ancaman penjara maksimal seumur hidup, atau Maksimal penjara 20 Tahun, atau penjara Maksimal 7 Tahun, Tutup Akbp Tidar.

Dalam Konferensi Pers tersebut Kapolres Bintan didampingi Kasat Reskrim Polres Bintan Iptu Ardiyaniki, dan Kasi Humas Polres Bintan Iptu Missyamsu Alson. (*/arl)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.