by

Bea Cukai Obok-obok Tas Turis dan WNI di Ruang Terbuka, Tiap Penumpang Antre Sampai 4 Jam

TANJUNGPINANG – Pemerintah mencanangkan Kepri menjadi tujuan wisata mancanegara. Namun, program ini berbanding terbalik dengan kebijakan sepihak Bea Cukai Tanjungpinang yang mempermalukan para turis dan penumpang dengan cara membongkar semua tas milik penumpang ferry rute Malaysia Tanjungpinang di Pelabuhan Sribintan Pura.

Hanya saja, pihak Humas bea cukai saat dikonfirmasi melalui saluran pesan elektronik tak mau mengklarifikasi upaya mereka membongkar tas para penumpang untuk memeriksa apakah membawa barang terlarang.

“Mereka yang tidak siap, kok penumpang yang harus dirugikan. Untuk menjalani pemeriksaan tas semua penumpang butuh waktu sekitar 4 jam yang mesti dijalani setiap penumpang. Ada hamper 200 penumpang ferri Marina yang baru sandar di pelabuhan Sribintan Pura Tanjuungpinang dari Situlang laut yang mesti menjalani pemeriksaan manual,” kata Andy Cory yang juga ikut diperiksa bersama istrinya di Pelabuhan SBP Tanjungpinang.

Mewnurut Andi Cory, Feri marina berangkat dari Pelabuhan Situlang Laut Johor Bahru menuju Tanjungpinang pada Senin (22/5/2022). Setelah menjalani pemeriksaan  passport di Imirgasi ternyata semua penumpang disuruh berbaris antre.

“Biasanya barang langsung masuk X-tray dan setiap penumpang mesti melintas di alat body scanning. Tapi Ini berbeda, semua barang penumpang diperiksa secar manual. Pakaian-pakaian dalam penumpang juga diperiksa. Ini memalukan karena dilihat oleh penumpang yang lain yang menunggu diperiksa,” ucapnya.

Cory merasa ini pemeriksaan seperti ini memalukan daerah. “Mestinya bea cukai memakai x-ray. Kalua rusak ya mereka cepat perbaiki atau diganti dengan x-ray lain agar pemeriksaan tetap jalan namun penumpang dan turis tidak dirugikan dan tidak dipermalukan,” ucap Andy Cory.

Kata Andy Cory, setiap penumpang yang menjalani pemeriksaan manual dengan cara barang bawaannya dibongkar di tempat terbuka, penumpangnya tidak boleh protes karena tidak digubris oleh petugas yang melakukan pemeriksaan.

“Yang bikin kasihan, setiap orang harus nunggu 4 jam untuk bisa keluar dari pelabuhan karena mesti ikut antre panjang,” jelasnya.

Menurut Cory, rusaknya X-ray atau mesin pemeriksaan milik bea cukai hingga tidak bisa dioperasikan itu merupakan kelalaian dan ketidaksiapan petugas di pelabuhan.

“Lalu kenapa kelalaian petugas ini mesti dirasakan dampaknya oleh penumpang dan wisman. Gubernur Kepri mestinya sidak juga ke pelabuhan Internasional Sribintan Pura untuk melihat kesiaan Bea Cukai dan perangkat pelabuhan lainnya dalam menyambut program pemerintah dalam memikat dan melayani masyarakat serta turis mancanegara,” tegasnya.

Hanya saja media ini belum bisa mengkonfirmasi kejadian itu ke pihak bea dan cukai padahal setiap pelayanan umum mesti menggunakan system yang terbuka dan professional untuk menunjang kinerja aparattur negara yang bisa dipertanggungjawabkan. (*/arl)

 

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.